Martine Lachanche menggantung dirinya sendiri di kelas dan
siswanyalah yang menemukan jenazahnya pada pagi yang dingin beberapa detik
sebelum bel tanda masuk hari itu berdering. Dan itu yang mengawali kisah kali
ini. Sang Guru sebelumnya dikabarkan tertekan setelah mendapatkan protes keras
akibat tindakannya yang dianggap tidak senonoh kepada salah seorang siswanya.
Tindakan yang dianggap tidak senonoh ini adalah pelukan yang dia berikan kepada
salah satu siswa laki-lakinya yang didapatinya sedang menangis di kelas.
Sebagai seorang guru, dan seorang ibu, maka secara otomatis dia peluk anak itu.
Tindakan yang mungkin tidak begitu masalah, atau bahkan mengharukan, justru
membawanya kepada tuduhan pelecehan seksual. Menurut UU di Canada, seorang guru
tidak diperbolehkan kontak fisik dengan siswanya. Dan itu termasuk memukul,
mencubit, mengeplak, mencium, dan tentu saja memeluk.
Tidak diketahui oleh kepala sekolah atau siapapun di
sekolah, sesungguhnya Monsieur Bashir Lazhar bukanlah seorang guru. Beliau
hanya seseorang yang bekerja di restourant di Aljazair, negara tempatnya
berasal. Istrinyalah yang seorang guru sekaligus penulis buku. Dan buku
terakhir sang istri ini yang membuat mereka semua kena masalah. Bukan hanya
dibredel pemerintah namun sampai kepada ancaman pembunuhan. Bashir Lazhar
memutuskan untuk membawa kabur seluruh keluarganya ke negara yang menurutnya
mampu memberikan perlindungan. Namun sayangnya, tidak seperti Bashir, istri dan
kedua anaknya tewas sebelum tiba di Kanada, negara yang telah memberikan status
‘pengungsi’ kepada keluarga Lazhar. Berusaha untuk mengalihkan pikiran dari
tragedi yang baru menimpa keluarganya dan berbekal dari kisah-kisah dari kelas
yang sering diutarakan Sang Istri, maka Bashir Lazhar pun nekad melamar kerja
sebagai guru. Dia diterima, bukan karena dia mampu, namun karena tidak ada
seorangpun yang mau melamar posisi sebagai guru pengganti dari orang yang
gantung diri di dalam kelas.
download link:
